PERILAKU MENYIMPANG
Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Definisi
* 2 Ciri-ciri
* 3 Penyebab Terjadi
* 4 Bentuk
* 5 Catatan kaki
[sunting] Definisi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.[1]
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
Berikut ini beberapa definisi dari perilaku menyimpang yang dijelaskan oleh beberapa ahli sosiologi :
1. Menurut James Worker Van der Zaden. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
2. Menurut Robert Muhamad Zaenal Lawang. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.
3. Menurut Paul Band Horton. Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.
[sunting] Ciri-ciri
Menurut Paul B. Horton perilaku menyimpang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Perilaku dikatakan menyimpang atau tidak harus bisa dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. Perilaku menyimpang tidak selamanya negatif, ada kalanya penyimpangan bisa diterima masyarakat, misalnya wanita karier. Adapun pembunuhan dan perampokan merupakan penyimpangan sosial yang ditolak masyarakat.
3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Semua orang pernah melakukan perilaku menyimpang, akan tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk semua orang. Dikatakan relatif karena perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangan. Jadi secara umum, penyimpangan yang dilakukan setiap orang cenderung relatif. Bahkan orang yang telah melakukan penyimpangan mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya.
4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut karena antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari cenderung banyak dilanggar.
5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma-norma penghindaran merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga.
6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan). Penyimpangan sosial tidak selamanya menjadi ancaman karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemikiran stabilitas sosial.
[sunting] Penyebab Terjadi
Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu
1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang melakukan tindakan kejahatan setelah melihat tayangan rekonstruksi cara melakukan kejahatan atau membaca artikel yang memuat tentang tindakan kriminal. Demikian halnya karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Hal itu juga terjadi pada penjahat berdasi putih (white collar crime) yakni para koruptor kelas kakap yang merugikan uang negara bermilyar- milyar. Berawal dari kecurangan-kecurangan kecil semasa bekerja di kantor/mengelola uang negara, lama kelamaan makin berani dan menggunakan berbagai strategi yang sangat rapi dan tidak mengundang kecurigaan karena tertutup oleh penampilan sesaat.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang. Misalnya jika setiap penguasa terhadap rakyat makin menindas maka lama-kelamaan rakyat akan berani memberontak untuk melawan kesewenangan tersebut. Pemberontakan bisa dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan melakukan penipuan-penipuan/pemalsuan data agar dapat mencapai tujuannya meskipun dengan cara yang tidak benar. Penarikan pajak yang tinggi akan memunculkan keinginan memalsukan data, sehingga nilai pajak yang dikenakan menjadi rendah. Seseorang mencuri arus listrik untuk menghindari beban pajak listrik yang tinggi. Hal ini merupakan bentuk pemberontakan/perlawanan yang tersembunyi.
4. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola-pola perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang.
5. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang) menyebabkan anak secara tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang, sehingga terjadi proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang pada diri anak dan anak menganggap perilaku menyimpang merupakan sesuatu yang wajar/biasa dan boleh dilakukan.
[sunting] Bentuk
Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
* Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier.
2. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:
1. Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang tersebut. Misalnya, siswa yang terlambat, pengemudi yang sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang yang terlambat membayar pajak.
2. Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, serta seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan. Tindakan penyimpangan tersebut cukup meresahkan masyarakat dan mereka biasanya di cap masyarakat sebagai “pencuri”, “pemabuk”, "penodong", dan "pemerkosa". Julukan itu makin melekat pada si pelaku setelah ia ditangkap polisi dan diganjar dengan hukuman.
* Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
1. Penyimpangan individual (individual deviation)
Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri, menodong, dan memeras. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
1.
1. Pembandel yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
2. Pembangkang yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
3. Pelanggar yaitu penyimpangan yang terjadi karena melanggar norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat.
4. Perusuh atau penjahat yaitu penyimpangan yang terjadi karena mengabaikan norma-norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.
5. Munafik yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.
[sunting] Catatan kaki
1. ^ Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Tim Prima Pena, Gita Media Press
Vista-Login Manager2.png Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang"
Kategori: Sosiologi
sumber lain:
PERILAKU MENYIMPANG SISWA
Kesulitan belajar
Kesulitan belajar dapat dialami oleh anak dengan
bakat dan tingkat intelegensi rendah, normal dan
tinggi
Kesulitan belajar disebabkan oleh faktor internal dan
eksternal
Faktor intenal berupa faktor bakat, intelegensi dan
afektif siswa, sedangkan faktor eksternal dapat
berupa lingkungan dan design instruksional yang
digunakan dalam pembelajaran
Kesulitan belajar dapat
dideteksi melalui:
Dokumentasi hasil penilaian sistem blok
Penilaian kelas
Observasi dan wawancara non-penilaian
Pertemuan dengan orang tua murid
Program konseling
Cara mengatasi kesulitan
belajar:
Identifikasi penyebab kesulitan belajar
Rencanakan kegiatan bantuan
Evaluasi hasil bantuan
Alternatif jenis tindakan untuk
mengatasi kesulitan belajar
untuk siswa yang lambat dan
normal
Menyesuaikan desain instruksional dengan
karakteristik siswa dengan cara pemberian
bantuan yang sesuai baik jenis dan
jumlahnya
Penyederhanaan materi ajar
Menggunakan media belajar yang baik dan
sesua
Alternatif jenis tindakan untuk
mengatasi kesulitan belajar
siswaunder achi ever
Pemberian perhatian, motivasi dengan tepat
Pelibatan dalam kegiatan kelompok
Pemberian pengayaan
Pembuatan desain instruksional yang
bersifat antisipatif
Membuat Instrumen
Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar dapat dideteksi dengan
berbagai instrumen, misalnya:
1. instrumen studi dokumentasi hasil belajar
siswa
2. angket
3. lembar observasi
4. catatan hasil bimbingan konseling
http://www.scribd.com/doc/2522540/Kesulitan-Belajar-Siswa
Blog ini dibuat hanya semata-mata untuk berbagi informasi dan pengalaman, apapun itu pengalamannya dan diutamakan pengalaman anak Kost. jadi bagi siapa saja yang mengunjungi blog ini diharapkan dapat berbagi pengalaman dengan rekan pengunjung yang lain. terima kasih. . .. (^_-) meliputi Universitas: Unsyah, UI, ITB, Unimed, Brawijaya, UISU, UNIMAL, UNTAN, UNJA, Univ. Batang Hari, UIN Jakarta, UNM, Univ. Negeri Makasar, Dll (maaf jk ad yg tdk dsbutkn) awal yg baju putih d tengah ya.
22 Feb 2011
9 Feb 2011
RPP KTSP PAI SD kelas 5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 1. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 1.1 Membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun
Indikator : 1.1.1 Membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
1.1.2 Mengulang-ulang membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa dapat membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Materi Pembelajaran : Surah Al Lahab dan Al Kafirun (lihat buku Pendidikan Agama Islam Jil.5 NTR-Esis Bab 1)
Metode Pembelajaran: 1. Siswa berlatih membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya membahas hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa berlatih membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan yang benar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
. Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan harakat dan makhraj yang benar
. Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa diminta menulis Surah Al Lahab dan Al Kafirun di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Alquran (Juz Amma)
2. Teks lafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun di karton atau papan tulis
3. Kaset dan CD Alquran
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
5. Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Lafalkan Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar!
2. Carilah contoh bacaan idgam bigunnah, mad jaiz munfasil, dan qalqalah dalam Alquran masing- masing 5 contoh dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya!
Mengetahui Guru pendidikan Agama Islam
Kepala SD
(______________________) (_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 1. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 1.2 Mengartikan QS Al Lahab dan Al Kafirun
Indikator : 1.2.1 Mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun
1.2.2 Menunjukkan hafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan benar
2. Siswa dapat memahami isi pokok dari Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa dapat menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Materi Pembelajaran : Surah Al Lahab dan Al Kafirun (lihat buku Pendidikan Agama Islam Jil. 5 NTR-Esis bab 1 hal )
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas isi pokok Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa berlatih menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah- surah yang telah dihafal siswa
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan(melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siwa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara bersama-sama
. Siswa mendengarkan dan menyimak penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa diperkenalkan arti kata per kata dan per ayat Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang isi pokok Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada pada halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa menyimak dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Alquran (Juz Amma)
2. Teks lafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun beserta artinya di karton atau papan tulis
3. Kaset dan CD Alquran
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
5. Buku tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Apa isi pokok kandungan dari Surah Al Lahab dan Al Kafirun?
2. Artikan ayat-ayat di bawah ini :
a. ayat ke-2 Surah Al Lahab
b. ayat ke-3 Surah Al Lahab
c. ayat ke-1 Surah Al Kafirun
3. Hafalkan Surah Al Lahab dan Al Kafirun!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT
Indikator : 2.1.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT dengan benar
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kitab Allah SWT (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok dan individu
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar penegetahuan siswa tentang nama-nama kitab Allah SWT
. Memberi pendahuluan menggunakan fitur Mutiara Islam tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyampaikan pendapat tentang definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
. Siswa diperkenalkan tentang materi nama-nama kitab Allah SWT
. Siswa menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok, dan individu
. Siswa menghafal nama-nama kitab Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mendengarkan siswa mengulang penyebutan nama-nama kitab Allah SWT secara berkelompok
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT yang telah kamu pelajari!
2. Sebutkan nama-nama kitab Allah SWT!
3. Buatlah kesimpulan ringkas dari isi pokok tiap-tiap kitab Allah SWT yang telah kamu pelajari !
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.2 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
Indikator : 2.2.1 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa dapat mengetahui usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas tentang usaha para Rasul dalam menyampaikan ajararan dari kitab-kitab Allah SWT
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Meberikan uraian singkat dari materi sebelumnya
. Mengkorelasikan materi sebelumya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan penjelasan uraian guru berkaitan dengan bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menghafal nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
. Siswa mencocokkan nama-nama Rasul dengan kitab-kitab Allah SWT yang diterima mereka
. Siswa mengemukakan pendapat tentang usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar materi yang disampaikan
. Guru membacakan kesimpulan singkat dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT di atas potongan karton dan bagian lain nama para Rasul yang menerima kitab-kitab tersebut pada karton lainnya untuk dicocokkan
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Sebutkan nama-nama para Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT!
2. Bagaimana usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan Alquran sebagai kitab suci terakhir
Indikator : 2.3.1 Menjelaskan pengertian kitab suci Alquran
2.3.2 Menjelaskan bahwa Alquran merupakan pedoman umat Islam
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian kitab suci Alquran
2. Siswa dapat menjelaskan bahwa Alquran merupakan pedoman umat Islam
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kita-kitab Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas bahan ajar kitab suci Alquran
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Menyampaikan materi sebelumnya dengan ringkas
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan
. Meberikan pertanyaan kepada siswa tentang manfaat dari membaca Alquran
. Menyampaikan pengantar tentang bahan ajr yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang materi bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang pengertian kitab suci Alquran
. Siswa menyebutkan kelebihan kitab suci Alquran dari kitab-kitab suci sebelumnya
. Siswa mengemukakan pendapat tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam secara berkelompok dan individu
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa menyimak dam memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT beserta nama para Rasul yang menerimanya
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan pengertian beriman kitab suci Alquran yang kamu ketahui!
2. Alquran merupakan pedoman umat Islam, apa maksudnya?
3. Tulislah perbedaan antara Alquran dan kitab-kitab suci Alquran sebelumnya dalam sebuah tabel!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : ________________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI / 1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
Indikator : 3.1.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
Menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
2. Siswa dapat menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Ayyub AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Nabi Ayyub
2. Siswa berlatih menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Nabi Ayyub AS
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cobaan yang pernah dialami mereka
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan memperhatikan uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Beberapa siswa membacakan kisah Nabi Ayyub AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Ayyub AS secara individu dan menampilkan kemampuannya di depan kelas
. Siswa menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
. Siswa membandingkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS dengan cobaan yang pernah mereka alami
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang materi kisah Nabi Ayyub AS yang telah dipelajari
. Siswa diminta menyimpulkan materi yang telah disampaikan dengan ringkas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Ayyub AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Alquran (juz Amma)
5. Kaset/CD tentang kisah Nabi
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Ayyub AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas!
2. Sebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS!
3. Carilah 5 bentuk cobaan yang dialami para Nabi-nabi lain dan tulislah dalam sebuah tabel (dikiumpulkan pada pertemuan berikutnya)!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI/1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
Indikator : 3.2.1 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
3.2.2 Menyebutkan mukjizat Nabi Musa AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Musa AS
2. Siswa dapat menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Musa AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Musa AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah-kisah Nabi Musa AS
2. Siswa berlatih menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Musa AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Nabi Musa AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan memperhatikan uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Beberapa siswa membaca kisah Nabi Musa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Musa AS secara individu dan menampilkan kemampuannnya di depan kelas
. Siswa menyebutkan mukjizat Nabi Musa AS secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan pertolongan-pertolongan Allah yang mereka dapatkan ketika menemui kesulitan
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang kisah Nabi Musa AS
. Siswa diminta menyimpulkan materi yang telah disampaikan denga ringkas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Musa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Alquran (juz Amma)
5. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Musa AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas dan jelas!
2. Sebutkan mukjizat-mikjizat Nabi Musa AS!
3. Carilah mukjizat-mukjizat yang dimiliki para Nabi lain, dan tulislah dalam buku tugas!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa AS
Indikator : 3.3.1 Menceritakan kisah Nabi Isa AS
3.3.2 Menyebutkan mukjizat Nabi Isa AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Isa AS
2. Siswa dapat menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Isa AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kisah Nabi Isa AS
2. Siswa berlatih menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah nabi Isa AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Beberapa siswa membacakan kisah Nabi Isa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Isa AS scara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan mikjizat-mukjizat Nabi Isa As secara klasikal, kelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah dengan menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta untuk mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Isa AS
2. Buku kisah-kisah Nabi
3. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal 52-68
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Isa AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas!
2. Sebutkan mukjizat-mukjizat yang dimiliki Nabi Isa AS!
3. Tulislah bacaan rukuk beserta artinya!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.1 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS
Indikator : 4.1.1 Menunjukkan sikap meneladani ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menunjukkan ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
2. Siswa mampu menunjukkan sikap meneladani ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Ayyub AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas ketabahan Nabi Ayyub AS
2. Siswa menunjukkan sikap ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT dari kisah yang dipelajari.
3. Siswa meneladani perilaku ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Guru menyampaikan kisah Nabi Ayyub AS secara singkat
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa membacakan kisah Nabi Ayyub AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menyebutkan sikap ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
. Siswa menyampaikan pendapat tentang sikap mereka ketika menghadapi masalah atau cobaan
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyampaikan pendapatnya dari kisah Nabi Ayyub AS tentang ketabahan beliau dalam menghadapi cobaan Allah SWT secara berkelompok dan individu
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang telah disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Ayyub AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah Nabi
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang sikap ketabahan Nabi Ayyub AS dalam menghadapi cobaan allah SWT !
2. Tuliskan 3 contoh sikap yang harus kita miliki ketika kita menghadapi cobaan dari Allah SWT!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________) ................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa AS
Indikator : 4.2.1 Meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
4.2.2 Meneladani keberanian Nabi Musa AS melawan Raja Fir’aun
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
2. Siswa dapat meneladani keberanian Nabi Musa AS melawan Raja Fir’aun
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Musa As (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau melawan Raja Fir’aun
2. Siswa menyebutkan sikap keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau tehadap Raja Fir’aun dari kisah yang dipelajari
3. Siswa meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar kisah Nabi Musa AS yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa membacakan kisah Nabi Musa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa menyebutkan keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
. Siswa mengemukakan pendapat tentang keberanian Nabi Musa As melawan Raja Fir’aun
. Siswa diminta menyebutkan contoh-contoh sikap keteguhan iman dan keberanian dalam kebenaran melalui pengalaman mereka sehari-hari
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta pendapatnya dari kisah Nabi Musa AS tentang keteguhan iman Nabi Musa As terhadap Allah SWT dan keberanian beliau melawan Raja Fir’aun secara berkelompok dan individu
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Musa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 Ntr-Esis hal
3. Buku kisah-kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang sikap keteguhan Nabi Musa AS terhadap Allah SWT!
2. Bagaimana sikapmu ketika diajak untuk melakukan perbuatan yang tidak baik oleh teman?
3. Tuliskan 3 contoh sikap yang mencerminkan sikap berani dalam kebenaran!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa AS
Indikator : 4.3.1 Meneladani keteguhan iman Nabi Isa As terhadap Allah SWT
4.3.2 Meneladani sifat penolong Nabi Isa As terhadap kaumnya
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT
2. Siswa dapat meneladani sifat penolong Nabi Isa AS terhadap kaumnya
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Isa As (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas sikap keteguhan iman Nabi Isa As terhadap Allah SWT dan sifat penolonganya terhadap kaumnya
2. Siswa menyebutkan sikap keteguhan Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
3. Siswa meneladani sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar kisah nabi Isa AS yang telah disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa membacakan kisah Nabi Isa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa menyebutkan sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
. Siswa memberikan pendapat tentang sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
. Siswa memberikan contoh sikap penolong melalui pengalaman mereka sehari-hari
. Siswa menyebutkan manfaat dari memiliki sifat penolong
.
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam sepengaal kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman, ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Isa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah Nabi
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Ceritakan dengan singkat sikap keteguhan iman Nabi Isa AS dan sifat penolongnya terhadap kaumnya!
2. Manfaat apa saja yang didapat dari sikap penolong?
3. Apa usahamu agar mampu meneladani sikap penolong Nabi Isa AS?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 5. Mengumandangkan azan dan iqamah
Kompetensi Dasar : 5.1 Melakukan azan dan iqamah sebelum salat
Indikator : 5.1.1 Melafalkan azan dan iqamah
5.1.2 Menunujukkan hafal azan dan iqamah
5.1.3 Mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan azan dan iqamah
2. Siswa dapat menunjukkan hafal azan dan iqamah
3. Siswa dapat mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Materi Pembelajaran : Lafal azan dan iqamah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 5 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih melafalkan azan dan iqamah
2. Siswa berlatih menghafalkan azan dan iqamah
3. Siswa mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pengetahuan mereka tentang azan dan iqamah
. Memberi pendahuluan menggunakan fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah tentang bahan ajar yang disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa diperkenalkan lafal azan dan iqamah
. Siswa melafalkan azan dan iqamah secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengulang-ulang melafalkan azan dan iqamah
. Siswa menghafal azan dan iqamah secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa diperkenalkan cara menjawab azan dan tatacara azan dan iqamah
. Siswa diperkenalkan doa setelah azan
. Siswa mempraktikkan azan dan iqamah secara berkelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman , ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks lafal azan dan jawabannya di karton atau papan tulis
2. Teks doa setelah azan di karton
3. Teks lafal iqamah di karton atau papan tulis
4. Buku Pendidikan agama islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
5. Buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Lafalkan azan dan iqamah dengan benar!
2. Sebutkan 3 syarat sebelum melakukan azan dan iqamah?
3. Tulislah dengan huruf hijaiah lafal azan :
a. asyhadu allā ilā haillallāh
b. hayya ‘alal falāh
c.allāhu akbar
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 6. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 6.1 Membaca QS Al Ma’un dan Al Fil
Indikator : 6.1.1 Membaca QS Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
6.1.2 mengulang-ulang membaca QS Al Ma`un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membaca QS Al Ma’un dan Al fil dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa dapat membaca QS Al Ma’un dan Al Fil dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Materi Pembelajaran : Surah Al Ma’un dan Al Fil (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 6 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih melafalkan QS Al Lahab dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa berlatih melafalkan QS Al Ma’un dan Al Fil dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pengantar melalui asabaun nuzul dari materi yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru berkaitan dengan bahan ajar yang disajikan
. Siswa melafalkan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar secara klasikal, kelompok dan individu denga
. Siswa diperkenalkan tentang hukum bacaan (tajwid) yang ada pada Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa melafalkan Surah Al M’un dan Al Lahab dengan menerapkan hukum bacaan yang benar, dan menampilkan kemampuannya di depan kelas
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melafalkan kembali Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat, makhraj, serta hukum bacaan yang benar
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang hukum bacaan yang telah dipelajari
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks Surah Al Ma’un dan Al Fil di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku tajwid
4. Kaset/CD Alquran
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Lafalkan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar!
2. Berikan definisi dari hukum bacaan:
a. qalqalah sugra
b.idgam bilagunnah
2. Carilah contoh hukum bacaan mad arid lissukun, idgam bilagunnah, dan iqlab masing-masing 3 dalam Alquran (dikumpulkan pada pertemuan berikutnya)!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : ________________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 6. Mengartikan QS Al Ma’un dan Al Fil
Kompetensi Dasar : 6.2 Mengartikan QS Al Ma’un dan Al Fil
Indikator : 6.2.1 Mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
6.2.2 Menunjukkan hafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
2. Siswa dapat memahami isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa dapat menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Materi Pembelajaran : Surah Al Ma’un dan Al Fil (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 6 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah yang telah dihafal siswa
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memperkenalkan bahan ajar melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah
2. Kegiatan Inti
. Siswa diminta membacakan Surah Al Ma’un dan Al Fil secara bersama-sama
. Siswa diperkenalkan arti kata per kata dan per ayat Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa mengemukakan pendapat tentang isi pokok dari Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa mengulang-ulang hafalan Surah Al Ma’un dan al Fil secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa diminta menulis Surah Al Ma’un dan Al Fil di buku tugas
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Mengadakan Tanya jawab dengan siswa tentang seputar isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam sepenggal kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa diminta mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta mengerjakan latihan yang ada di halaman , ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks lafal Surah Al Ma’un dan Al Fil Fil beserta artinya di karton
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
3. Buku Tajwid
4. Kaset/CD Alquran
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Artikan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan lengkap!
2. Berikan masing-masing 2 isi pokok dari Surah Al Ma’un dan Al Fil!
3. Tulislah Surah Al Ma’un dan Al Fil lengkap dengan tanda bacanya!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah
Kompetensi Dasar : 7.1 Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Indikator : 7.1.1 Beriman dan mampu menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat memahami pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Materi Pembelajaran : Nama-nama Rasul Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan cerita singkat dan menarik yang berkaitan dengan bahan ajar
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Rasul-rasul Allah SWT
. Memperkenalkan bahan ajar tentang Rasul-rasul Allah SWT (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa memberikan pendapatnya tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
. Siswa diperkenalkan materi tentang nama-nama Rasul Allah SWT
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT secara klasikal, kelompok, dan individu
. Siswa menghafalkan nama-nama Rasul Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT dan nama-namanya yang telah dipelajari
. Guru memberikan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama Rasul Allah SWT di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Ayat Alquran atau hadis yang berkaitan dengan bahan ajar
5. Kaset/CD tentang Rasul-rasul Allah SWT
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Sebutkan nama-nama Rasul Allah yang wajib kita ketahui!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah SWT
Kompetensi Dasar : 7.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ululu Azmi dari para Rasul
Indikator : 7.2.1 Menjelaskan Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat memahami pengertian Rasul Ulul Azmi
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Materi Pembelajaran : Nama-nama Rasul Ulul Azmi (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian Rasul Ulul Azmi dan kelebihan yang mereka miliki dari para Rasul yang lain
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan nama-nama Rasul Allah SWT
. Memperkenalkan bahan ajar tentang Rasul Ulul Azmi
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa diperkenalkan materi tentang Rasul Ulul Azmi
. Siswa memberikan pendapat tentang definisi Rasul Ulul Azmi
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengemukakan pendapat tentang kelebihan Rasul Ulul Azmi dari para Rasul yang lain
3. Kegiatan Penutup
. Mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang seputar Rasul Ulul Azmi
. Siswa diminta memberikan kesimpulan ringkas dari materi yang telah disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama rasul Allah SWT di karton
2. Tulisann nama-nama Rasul Ulul Azmi di karton
3. Ayat Alquran dan hadis yang berkaitan Rasul Ulu Azmi
4. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 halaman
5. Kaset/CD tentang Rasul Ulul Azmi
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan definisi Rasul Ulul Azmi yang telah kamu pelajari!
2. Apakah yang menyebabkan beberapa Rasul bergelar Ulul Azmi?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah SWT
Kompetensi Dasar : 7.3 Membedakan Nabi dan Rasul
Indikator : 7.3.1 Membedakan antara Nabi dan Rasul
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membedakan antara Nabi dan Rasul
Materi Pembelajaran : Perbedaan antara Nabi dan Rasul (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas bahan ajar tentang perbedaan antara Nabi dan Rasul
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang perbedaan antara Nabi dan Rasul
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yakan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan pengertian Nabi dan Rasul
. Memperkenalkan bahan ajar tentang melalui cerita singakat dan menarik (melalui kisah dalam Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa diminta untuk mengemukan pendapat tentang definisi Nabi dan Rasul yang mereka ketahui
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyebutkan perbedaan antara Nabi dan Rasul
. Siswa menyebutkan tugas-tugas Rasul
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa diminta mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama rasul Allah SWT di karton
2. Tulisann nama-nama Rasul Ulul Azmi di karton
3. Ayat Alquran dan hadis yang berkaitan Rasul Ulu Azmi
4. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 halaman
5. Kaset/CD tentang Rasul Ulul Azmi
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Apakah tugas-tugas dari seorang Rasul?
2. Tuliskanlah perbedaan antara Nabi dan Rasul dalam sebuah tabel!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat Nabi
Kompetensi Dasar : 8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
Indikator : 8.1.1 menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Abu Bakar RA (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas kisah Khalifah Abu Bakar RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang telah dihafal siswa
. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah khalifah Abu Bakar RA
. Memberikan pendahuluan dari bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membacakan kisah Khalifah Abu Bakar RA, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan dari guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa menyebutkan keutamaan yang dimiliki Abu Bakar
. Siswa menyebutkan usaha-usaha yang dilakukan Khalifah Abu Bakar semasa menjadi khalifah
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa secara berkelompok dan individu tentang kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa diminta menulis cerita singkat tentang Khalifah Abu Bakar RA di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Abu Bakar RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
3. Buku tentang kisah-kisah sahabat nabi
4. Kaset/CD tentang sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Jelaskan cerita singkat tentang kisah Khalifah Abu Bakar RA menggunakan bahasamu sendiri!
2. Tugas apa saja yang diemban Abu Bakar RA selama menjadi khalifah?
3. Apa yang menyebabkan Abu Bakar bergelar As-Siddiq?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat Nabi
Kompetensi Dasar : 8.2 Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Indikator : 8.2.1 Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Umar bin Khattab (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal kisah)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membacakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi yang disampaikan
. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA secara individu
. Siswa menyebutkan keutamaan yang dimiliki Khalifah Umar bin Khattab RA
. Siswa menyebutkan usaha yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab RA selama menjadi khalifah
3. Kegiatan Penutup
. Siswa melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa membaca dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan di halaman dan menuliskannya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA yang telah kamu pelajari!
2. Usaha apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab dalam menegakkan syariat Islam selama menjadi Khalifah?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 9.1 Meneladani perilaku Khalifah Abu Bakar RA
Indikator : 9.1.1 Meneladani kecintaan Abu Bakar terhadap Rasulullah SAW
9.1.2 Meneladani kedermawananan Abu Bakar RA
9.1.3 Meneladani kesahajaaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
2. Siswa dapat meneladani kedermawanan Abu Bakar RA
3. Siswa dapat meneladani kesahajaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Abu bakar RA (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas kisah keteladanan Khalifah Abu Bakar RA
2. Siswa berlatih menyebutkan kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
3. Siswa berlatih menyebutkan kedermawanan Abu Bakar RA
4. Siswa berlatih menyebutkan kesahajaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kisah Khalifah Abu Bakar yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Guru membacakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa memberikan kesimpulan dari kisah Khalifah Abu Bakar RA yang dibacakan
. Siswa menyebutkan kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
. Siswa menyebutkan kedermawanan Abu Bakar RA
. Siswa menyebutkan kesahajaan Abu Bakar RA
. Siswa mengemukakan pendapat tentang sikap-sikap Khalifah Abu Bakar RA yang patut diteladani
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menulis contoh-contoh sikap kedermawanan, dan kesehajaan dalam praktik mereka sehari-hari
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan dengan singkat, bagaimana wujud kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasullah SAW?
2. Sebutkan dua keuntungan orang yang hidup bersahaja!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 9.2 Meneladani perilaku Khalifah Umar bin Khattab RA
Indikator : 9.2.1 Meneladani keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
9.2.2 Meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
2. Siswa dapat meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Materi Pembelajaran : Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 9 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Siswa menyebutkan keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
3. Siswa menyebutkan jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kisah Khalifah Umar bin Khattab RA yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal kisah)
2. Kegiatan Inti
. Guru membacakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA, sedangkan siswa mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa memberikan kesimpulan dari kisah Khalifah Umar bin Khattab yang dibacakan
. Siswa menyebutkan keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
. Siswa menyebutkan jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
. Siswa mengemukakan pendapat tentang sikap-sikap Khalifah Umar bin Khattab RA yang patut diteladani
3. Kegiatan Penutup
. Siswa melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa membaca dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan di halaman dan menuliskannya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan dengan singkat sosok pemberani Khalifah Umar binKhattab RA dalam menegakkan ajaran Islam!
2. Jelakan sifat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib
Kompetensi Dasar : 10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan
Indikator : 10.1.1 Menjelaskan pengertian puasa Ramadan
10.1.2 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian puasa Ramadan
2. Siswa dapat menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Materi Pembelajaran : Puasa Ramadan dan puasa sunah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 10 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian puasa Ramadan dan ketentuan-ketentuannya
2. Siswa berlatih menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pemahaman mereka tentang puasa
. Memberikan cerita menarik dari bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan menyimak uraian yang dijelaskan guru dari bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapat tentang definisi puasa Ramadan
. Siswa membaca lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur
. Siswa menghafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur
. Siswa diperkenalkan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
. Siswa menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melafalkan kembali doa berbuka puasa dan doa ketika sahur secara bersama-sama
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah di karton
2. Teks lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur di karton
3. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
4. Buku-buku lain yang relevan
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Bagaimana lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur?
2. Sebutkan syarat sah puasa!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib
Kompetensi Dasar : 10.2 Menyebutkan hikmah puasa Ramadan
Indikator : 10.2.1 Mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan hikmah puasa Ramadan
2. Siswa dapat mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Materi Pembelajaran : Puasa Ramadan dan puasa sunah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 10 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas hikmah puasa Ramadan
2. Siswa berlatih menyebutkan menyebutkan hikmah puasa Ramadan
3. Siswa mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pemahaman mereka tentang materi puasa Ramadan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan menyimak uraian yang dijelaskan guru dari bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapat tentang pengalaman puasa Ramadan mereka
. Siswa menyebutkan hikmah puasa Ramadan secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan keutamaan dari puasa sunah-puasa sunah yang lain
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan oleh guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman , dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah di karton
2. Teks lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur di karton
3. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
4. Buku-buku lain yang relevan
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Coba tuliskan hikmah puasa Ramadan yang kamu dapatkan dari pengalaman puasa Ramadanmu!
2. Puasa mendidik seseorang menjadi disiplin, apa maksudnya?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 1. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 1.1 Membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun
Indikator : 1.1.1 Membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
1.1.2 Mengulang-ulang membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa dapat membaca QS Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Materi Pembelajaran : Surah Al Lahab dan Al Kafirun (lihat buku Pendidikan Agama Islam Jil.5 NTR-Esis Bab 1)
Metode Pembelajaran: 1. Siswa berlatih membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya membahas hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa berlatih membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan yang benar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surat-surat yang telah dihafal siswa
. Memperkenalkan pengantar tentang asbabun nuzul dari bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu sesuai dengan harakat dan makhraj yang benar
. Siswa diperkenalkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa secara berkelompok dan individu tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa diminta menulis Surah Al Lahab dan Al Kafirun di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Alquran (Juz Amma)
2. Teks lafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun di karton atau papan tulis
3. Kaset dan CD Alquran
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
5. Buku Tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Lafalkan Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan harakat dan makhraj yang benar!
2. Carilah contoh bacaan idgam bigunnah, mad jaiz munfasil, dan qalqalah dalam Alquran masing- masing 5 contoh dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya!
Mengetahui Guru pendidikan Agama Islam
Kepala SD
(______________________) (_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 1. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 1.2 Mengartikan QS Al Lahab dan Al Kafirun
Indikator : 1.2.1 Mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun
1.2.2 Menunjukkan hafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun dengan benar
2. Siswa dapat memahami isi pokok dari Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa dapat menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Materi Pembelajaran : Surah Al Lahab dan Al Kafirun (lihat buku Pendidikan Agama Islam Jil. 5 NTR-Esis bab 1 hal )
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas isi pokok Surah Al Lahab dan Al Kafirun
3. Siswa berlatih menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah- surah yang telah dihafal siswa
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan(melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siwa membaca Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara bersama-sama
. Siswa mendengarkan dan menyimak penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa diperkenalkan arti kata per kata dan per ayat Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa mengartikan Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang isi pokok Surah Al Lahab dan Al Kafirun
. Siswa menghafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun secara klasikal, kelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada pada halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa menyimak dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Alquran (Juz Amma)
2. Teks lafal Surah Al Lahab dan Al Kafirun beserta artinya di karton atau papan tulis
3. Kaset dan CD Alquran
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
5. Buku tajwid atau buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Apa isi pokok kandungan dari Surah Al Lahab dan Al Kafirun?
2. Artikan ayat-ayat di bawah ini :
a. ayat ke-2 Surah Al Lahab
b. ayat ke-3 Surah Al Lahab
c. ayat ke-1 Surah Al Kafirun
3. Hafalkan Surah Al Lahab dan Al Kafirun!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT
Indikator : 2.1.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT dengan benar
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kitab Allah SWT (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok dan individu
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar penegetahuan siswa tentang nama-nama kitab Allah SWT
. Memberi pendahuluan menggunakan fitur Mutiara Islam tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyampaikan pendapat tentang definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
. Siswa diperkenalkan tentang materi nama-nama kitab Allah SWT
. Siswa menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok, dan individu
. Siswa menghafal nama-nama kitab Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mendengarkan siswa mengulang penyebutan nama-nama kitab Allah SWT secara berkelompok
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan definisi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT yang telah kamu pelajari!
2. Sebutkan nama-nama kitab Allah SWT!
3. Buatlah kesimpulan ringkas dari isi pokok tiap-tiap kitab Allah SWT yang telah kamu pelajari !
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.2 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
Indikator : 2.2.1 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa dapat mengetahui usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas tentang usaha para Rasul dalam menyampaikan ajararan dari kitab-kitab Allah SWT
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Meberikan uraian singkat dari materi sebelumnya
. Mengkorelasikan materi sebelumya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan penjelasan uraian guru berkaitan dengan bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menghafal nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
. Siswa mencocokkan nama-nama Rasul dengan kitab-kitab Allah SWT yang diterima mereka
. Siswa mengemukakan pendapat tentang usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar materi yang disampaikan
. Guru membacakan kesimpulan singkat dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT di atas potongan karton dan bagian lain nama para Rasul yang menerima kitab-kitab tersebut pada karton lainnya untuk dicocokkan
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Sebutkan nama-nama para Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT!
2. Bagaimana usaha para Rasul dalam menyampaikan ajaran dari kitab-kitab Allah SWT?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT
Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan Alquran sebagai kitab suci terakhir
Indikator : 2.3.1 Menjelaskan pengertian kitab suci Alquran
2.3.2 Menjelaskan bahwa Alquran merupakan pedoman umat Islam
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian kitab suci Alquran
2. Siswa dapat menjelaskan bahwa Alquran merupakan pedoman umat Islam
Materi Pembelajaran : Beriman kepada kita-kitab Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 2 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas bahan ajar kitab suci Alquran
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Menyampaikan materi sebelumnya dengan ringkas
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan
. Meberikan pertanyaan kepada siswa tentang manfaat dari membaca Alquran
. Menyampaikan pengantar tentang bahan ajr yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang materi bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang pengertian kitab suci Alquran
. Siswa menyebutkan kelebihan kitab suci Alquran dari kitab-kitab suci sebelumnya
. Siswa mengemukakan pendapat tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang kedudukan Alquran bagi umat Islam secara berkelompok dan individu
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa menyimak dam memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama kitab Allah SWT beserta nama para Rasul yang menerimanya
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Alquran (juz amma)
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan pengertian beriman kitab suci Alquran yang kamu ketahui!
2. Alquran merupakan pedoman umat Islam, apa maksudnya?
3. Tulislah perbedaan antara Alquran dan kitab-kitab suci Alquran sebelumnya dalam sebuah tabel!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : ________________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI / 1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
Indikator : 3.1.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
Menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
2. Siswa dapat menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Ayyub AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Nabi Ayyub
2. Siswa berlatih menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Nabi Ayyub AS
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cobaan yang pernah dialami mereka
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan memperhatikan uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Beberapa siswa membacakan kisah Nabi Ayyub AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Ayyub AS secara individu dan menampilkan kemampuannya di depan kelas
. Siswa menyebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
. Siswa membandingkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS dengan cobaan yang pernah mereka alami
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang materi kisah Nabi Ayyub AS yang telah dipelajari
. Siswa diminta menyimpulkan materi yang telah disampaikan dengan ringkas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Ayyub AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Alquran (juz Amma)
5. Kaset/CD tentang kisah Nabi
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Ayyub AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas!
2. Sebutkan cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS!
3. Carilah 5 bentuk cobaan yang dialami para Nabi-nabi lain dan tulislah dalam sebuah tabel (dikiumpulkan pada pertemuan berikutnya)!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VI/1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
Indikator : 3.2.1 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
3.2.2 Menyebutkan mukjizat Nabi Musa AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Musa AS
2. Siswa dapat menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Musa AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Musa AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah-kisah Nabi Musa AS
2. Siswa berlatih menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Musa AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Nabi Musa AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan memperhatikan uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Beberapa siswa membaca kisah Nabi Musa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Musa AS secara individu dan menampilkan kemampuannnya di depan kelas
. Siswa menyebutkan mukjizat Nabi Musa AS secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan pertolongan-pertolongan Allah yang mereka dapatkan ketika menemui kesulitan
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang kisah Nabi Musa AS
. Siswa diminta menyimpulkan materi yang telah disampaikan denga ringkas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Musa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Jilid 5 Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Alquran (juz Amma)
5. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Musa AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas dan jelas!
2. Sebutkan mukjizat-mikjizat Nabi Musa AS!
3. Carilah mukjizat-mukjizat yang dimiliki para Nabi lain, dan tulislah dalam buku tugas!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 3. Menceritakan kisah Nabi
Kompetensi Dasar : 3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa AS
Indikator : 3.3.1 Menceritakan kisah Nabi Isa AS
3.3.2 Menyebutkan mukjizat Nabi Isa AS
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Isa AS
2. Siswa dapat menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS
Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Isa AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 3 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kisah Nabi Isa AS
2. Siswa berlatih menyebutkan mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah nabi Isa AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Beberapa siswa membacakan kisah Nabi Isa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menceritakan kembali kisah Nabi Isa AS scara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan mikjizat-mukjizat Nabi Isa As secara klasikal, kelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah dengan menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta untuk mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Isa AS
2. Buku kisah-kisah Nabi
3. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
4. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal 52-68
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Nabi Isa AS menggunakan bahasamu sendiri dengan ringkas!
2. Sebutkan mukjizat-mukjizat yang dimiliki Nabi Isa AS!
3. Tulislah bacaan rukuk beserta artinya!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.1 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS
Indikator : 4.1.1 Menunjukkan sikap meneladani ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menunjukkan ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
2. Siswa mampu menunjukkan sikap meneladani ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Ayyub AS (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas ketabahan Nabi Ayyub AS
2. Siswa menunjukkan sikap ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT dari kisah yang dipelajari.
3. Siswa meneladani perilaku ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Guru menyampaikan kisah Nabi Ayyub AS secara singkat
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cobaan-cobaan yang dialami Nabi Ayyub AS
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa membacakan kisah Nabi Ayyub AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan
. Siswa menyebutkan sikap ketabahan Nabi Ayyub AS ketika menerima cobaan Allah SWT
. Siswa menyampaikan pendapat tentang sikap mereka ketika menghadapi masalah atau cobaan
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyampaikan pendapatnya dari kisah Nabi Ayyub AS tentang ketabahan beliau dalam menghadapi cobaan Allah SWT secara berkelompok dan individu
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang telah disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Ayyub AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah Nabi
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang sikap ketabahan Nabi Ayyub AS dalam menghadapi cobaan allah SWT !
2. Tuliskan 3 contoh sikap yang harus kita miliki ketika kita menghadapi cobaan dari Allah SWT!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________) ................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa AS
Indikator : 4.2.1 Meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
4.2.2 Meneladani keberanian Nabi Musa AS melawan Raja Fir’aun
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
2. Siswa dapat meneladani keberanian Nabi Musa AS melawan Raja Fir’aun
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Musa As (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau melawan Raja Fir’aun
2. Siswa menyebutkan sikap keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau tehadap Raja Fir’aun dari kisah yang dipelajari
3. Siswa meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT dan keberanian beliau dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar kisah Nabi Musa AS yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa membacakan kisah Nabi Musa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa menyebutkan keteguhan iman Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
. Siswa mengemukakan pendapat tentang keberanian Nabi Musa As melawan Raja Fir’aun
. Siswa diminta menyebutkan contoh-contoh sikap keteguhan iman dan keberanian dalam kebenaran melalui pengalaman mereka sehari-hari
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta pendapatnya dari kisah Nabi Musa AS tentang keteguhan iman Nabi Musa As terhadap Allah SWT dan keberanian beliau melawan Raja Fir’aun secara berkelompok dan individu
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Musa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 Ntr-Esis hal
3. Buku kisah-kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah-kisah Nabi
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang sikap keteguhan Nabi Musa AS terhadap Allah SWT!
2. Bagaimana sikapmu ketika diajak untuk melakukan perbuatan yang tidak baik oleh teman?
3. Tuliskan 3 contoh sikap yang mencerminkan sikap berani dalam kebenaran!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 4. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa AS
Indikator : 4.3.1 Meneladani keteguhan iman Nabi Isa As terhadap Allah SWT
4.3.2 Meneladani sifat penolong Nabi Isa As terhadap kaumnya
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT
2. Siswa dapat meneladani sifat penolong Nabi Isa AS terhadap kaumnya
Materi Pembelajaran : Keteladanan Nabi Isa As (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. NTR-ESIS bab 4 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas sikap keteguhan iman Nabi Isa As terhadap Allah SWT dan sifat penolonganya terhadap kaumnya
2. Siswa menyebutkan sikap keteguhan Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
3. Siswa meneladani sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya dalam praktik keseharian
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar kisah nabi Isa AS yang telah disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa membacakan kisah Nabi Isa AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa menyebutkan sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
. Siswa memberikan pendapat tentang sikap keteguhan iman Nabi Isa AS terhadap Allah SWT dan sifat penolongnya terhadap kaumnya
. Siswa memberikan contoh sikap penolong melalui pengalaman mereka sehari-hari
. Siswa menyebutkan manfaat dari memiliki sifat penolong
.
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam sepengaal kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman, ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Nabi Isa AS
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis hal
3. Buku-buku kisah Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah Nabi
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Ceritakan dengan singkat sikap keteguhan iman Nabi Isa AS dan sifat penolongnya terhadap kaumnya!
2. Manfaat apa saja yang didapat dari sikap penolong?
3. Apa usahamu agar mampu meneladani sikap penolong Nabi Isa AS?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 1
Standar Kompetensi : 5. Mengumandangkan azan dan iqamah
Kompetensi Dasar : 5.1 Melakukan azan dan iqamah sebelum salat
Indikator : 5.1.1 Melafalkan azan dan iqamah
5.1.2 Menunujukkan hafal azan dan iqamah
5.1.3 Mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan azan dan iqamah
2. Siswa dapat menunjukkan hafal azan dan iqamah
3. Siswa dapat mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Materi Pembelajaran : Lafal azan dan iqamah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 5 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih melafalkan azan dan iqamah
2. Siswa berlatih menghafalkan azan dan iqamah
3. Siswa mempraktikkan azan dan iqamah ketika hendak salat
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pengetahuan mereka tentang azan dan iqamah
. Memberi pendahuluan menggunakan fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah tentang bahan ajar yang disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa diperkenalkan lafal azan dan iqamah
. Siswa melafalkan azan dan iqamah secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengulang-ulang melafalkan azan dan iqamah
. Siswa menghafal azan dan iqamah secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa diperkenalkan cara menjawab azan dan tatacara azan dan iqamah
. Siswa diperkenalkan doa setelah azan
. Siswa mempraktikkan azan dan iqamah secara berkelompok dan individu
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman , ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks lafal azan dan jawabannya di karton atau papan tulis
2. Teks doa setelah azan di karton
3. Teks lafal iqamah di karton atau papan tulis
4. Buku Pendidikan agama islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
5. Buku-buku lain yang relevan
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Lafalkan azan dan iqamah dengan benar!
2. Sebutkan 3 syarat sebelum melakukan azan dan iqamah?
3. Tulislah dengan huruf hijaiah lafal azan :
a. asyhadu allā ilā haillallāh
b. hayya ‘alal falāh
c.allāhu akbar
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 6. Mengartikan Alquran surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar : 6.1 Membaca QS Al Ma’un dan Al Fil
Indikator : 6.1.1 Membaca QS Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
6.1.2 mengulang-ulang membaca QS Al Ma`un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membaca QS Al Ma’un dan Al fil dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa dapat membaca QS Al Ma’un dan Al Fil dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Materi Pembelajaran : Surah Al Ma’un dan Al Fil (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 6 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih melafalkan QS Al Lahab dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar
2. Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya tentang hukum bacaan yang ada pada Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa berlatih melafalkan QS Al Ma’un dan Al Fil dengan menerapkan hukum bacaan (tajwid) yang benar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang dihafal siswa
. Memberikan pengantar melalui asabaun nuzul dari materi yang akan disampaikan
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru berkaitan dengan bahan ajar yang disajikan
. Siswa melafalkan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar secara klasikal, kelompok dan individu denga
. Siswa diperkenalkan tentang hukum bacaan (tajwid) yang ada pada Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa melafalkan Surah Al M’un dan Al Lahab dengan menerapkan hukum bacaan yang benar, dan menampilkan kemampuannya di depan kelas
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melafalkan kembali Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat, makhraj, serta hukum bacaan yang benar
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang hukum bacaan yang telah dipelajari
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks Surah Al Ma’un dan Al Fil di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR Esis hal
3. Buku tajwid
4. Kaset/CD Alquran
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Lafalkan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan harakat dan makhraj yang benar!
2. Berikan definisi dari hukum bacaan:
a. qalqalah sugra
b.idgam bilagunnah
2. Carilah contoh hukum bacaan mad arid lissukun, idgam bilagunnah, dan iqlab masing-masing 3 dalam Alquran (dikumpulkan pada pertemuan berikutnya)!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : ________________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 6. Mengartikan QS Al Ma’un dan Al Fil
Kompetensi Dasar : 6.2 Mengartikan QS Al Ma’un dan Al Fil
Indikator : 6.2.1 Mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
6.2.2 Menunjukkan hafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
2. Siswa dapat memahami isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa dapat menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Materi Pembelajaran : Surah Al Ma’un dan Al Fil (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 6 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
2. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
3. Siswa menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah yang telah dihafal siswa
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memperkenalkan bahan ajar melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah
2. Kegiatan Inti
. Siswa diminta membacakan Surah Al Ma’un dan Al Fil secara bersama-sama
. Siswa diperkenalkan arti kata per kata dan per ayat Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa berlatih mengartikan Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa mengemukakan pendapat tentang isi pokok dari Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa menghafal Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa mengulang-ulang hafalan Surah Al Ma’un dan al Fil secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa diminta menulis Surah Al Ma’un dan Al Fil di buku tugas
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Mengadakan Tanya jawab dengan siswa tentang seputar isi pokok Surah Al Ma’un dan Al Fil
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam sepenggal kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa diminta mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa diminta mengerjakan latihan yang ada di halaman , ditulis di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks lafal Surah Al Ma’un dan Al Fil Fil beserta artinya di karton
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
3. Buku Tajwid
4. Kaset/CD Alquran
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Artikan Surah Al Ma’un dan Al Fil dengan lengkap!
2. Berikan masing-masing 2 isi pokok dari Surah Al Ma’un dan Al Fil!
3. Tulislah Surah Al Ma’un dan Al Fil lengkap dengan tanda bacanya!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah
Kompetensi Dasar : 7.1 Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Indikator : 7.1.1 Beriman dan mampu menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat memahami pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Materi Pembelajaran : Nama-nama Rasul Allah SWT (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan cerita singkat dan menarik yang berkaitan dengan bahan ajar
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Rasul-rasul Allah SWT
. Memperkenalkan bahan ajar tentang Rasul-rasul Allah SWT (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati penjelasan guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa memberikan pendapatnya tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
. Siswa diperkenalkan materi tentang nama-nama Rasul Allah SWT
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT secara klasikal, kelompok, dan individu
. Siswa menghafalkan nama-nama Rasul Allah SWT
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT dan nama-namanya yang telah dipelajari
. Guru memberikan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama Rasul Allah SWT di karton atau papan tulis
2. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 hal
3. Buku-buku lain yang relevan
4. Ayat Alquran atau hadis yang berkaitan dengan bahan ajar
5. Kaset/CD tentang Rasul-rasul Allah SWT
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Berikan pendapatmu tentang definisi beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. Sebutkan nama-nama Rasul Allah yang wajib kita ketahui!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah SWT
Kompetensi Dasar : 7.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ululu Azmi dari para Rasul
Indikator : 7.2.1 Menjelaskan Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat memahami pengertian Rasul Ulul Azmi
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Materi Pembelajaran : Nama-nama Rasul Ulul Azmi (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian Rasul Ulul Azmi dan kelebihan yang mereka miliki dari para Rasul yang lain
2. Siswa berlatih menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan nama-nama Rasul Allah SWT
. Memperkenalkan bahan ajar tentang Rasul Ulul Azmi
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan
. Siswa diperkenalkan materi tentang Rasul Ulul Azmi
. Siswa memberikan pendapat tentang definisi Rasul Ulul Azmi
. Siswa menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa mengemukakan pendapat tentang kelebihan Rasul Ulul Azmi dari para Rasul yang lain
3. Kegiatan Penutup
. Mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang seputar Rasul Ulul Azmi
. Siswa diminta memberikan kesimpulan ringkas dari materi yang telah disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama rasul Allah SWT di karton
2. Tulisann nama-nama Rasul Ulul Azmi di karton
3. Ayat Alquran dan hadis yang berkaitan Rasul Ulu Azmi
4. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 halaman
5. Kaset/CD tentang Rasul Ulul Azmi
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan definisi Rasul Ulul Azmi yang telah kamu pelajari!
2. Apakah yang menyebabkan beberapa Rasul bergelar Ulul Azmi?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 7. Mengenal Rasul-rasul Allah SWT
Kompetensi Dasar : 7.3 Membedakan Nabi dan Rasul
Indikator : 7.3.1 Membedakan antara Nabi dan Rasul
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membedakan antara Nabi dan Rasul
Materi Pembelajaran : Perbedaan antara Nabi dan Rasul (lihat buku pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 7 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas bahan ajar tentang perbedaan antara Nabi dan Rasul
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang perbedaan antara Nabi dan Rasul
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yakan disampaikan
. Mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan pengertian Nabi dan Rasul
. Memperkenalkan bahan ajar tentang melalui cerita singakat dan menarik (melalui kisah dalam Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa diminta untuk mengemukan pendapat tentang definisi Nabi dan Rasul yang mereka ketahui
. Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa menyebutkan perbedaan antara Nabi dan Rasul
. Siswa menyebutkan tugas-tugas Rasul
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa diminta menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa diminta mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan nama-nama rasul Allah SWT di karton
2. Tulisann nama-nama Rasul Ulul Azmi di karton
3. Ayat Alquran dan hadis yang berkaitan Rasul Ulu Azmi
4. Buku Pendidikan Agama Islam NTR Esis Jilid 5 halaman
5. Kaset/CD tentang Rasul Ulul Azmi
6. Pengalaman guru
7. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Apakah tugas-tugas dari seorang Rasul?
2. Tuliskanlah perbedaan antara Nabi dan Rasul dalam sebuah tabel!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat Nabi
Kompetensi Dasar : 8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
Indikator : 8.1.1 menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Abu Bakar RA (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas kisah Khalifah Abu Bakar RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Tadarus bersama surah-surah yang telah dihafal siswa
. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah khalifah Abu Bakar RA
. Memberikan pendahuluan dari bahan ajar yang disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membacakan kisah Khalifah Abu Bakar RA, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan dari guru tentang bahan ajar yang disajikan
. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa menyebutkan keutamaan yang dimiliki Abu Bakar
. Siswa menyebutkan usaha-usaha yang dilakukan Khalifah Abu Bakar semasa menjadi khalifah
3. Kegiatan Penutup
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa secara berkelompok dan individu tentang kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa diminta menulis cerita singkat tentang Khalifah Abu Bakar RA di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Abu Bakar RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
3. Buku tentang kisah-kisah sahabat nabi
4. Kaset/CD tentang sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Jelaskan cerita singkat tentang kisah Khalifah Abu Bakar RA menggunakan bahasamu sendiri!
2. Tugas apa saja yang diemban Abu Bakar RA selama menjadi khalifah?
3. Apa yang menyebabkan Abu Bakar bergelar As-Siddiq?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat Nabi
Kompetensi Dasar : 8.2 Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Indikator : 8.2.1 Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Umar bin Khattab (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya membahas tentang kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa yang telah mengetahui kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal kisah)
2. Kegiatan Inti
. Beberapa siswa membacakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA, sedangkan siswa yang lain mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi yang disampaikan
. Siswa berlatih menceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA secara individu
. Siswa menyebutkan keutamaan yang dimiliki Khalifah Umar bin Khattab RA
. Siswa menyebutkan usaha yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab RA selama menjadi khalifah
3. Kegiatan Penutup
. Siswa melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa membaca dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan di halaman dan menuliskannya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan kembali kisah Khalifah Umar bin Khattab RA yang telah kamu pelajari!
2. Usaha apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab dalam menegakkan syariat Islam selama menjadi Khalifah?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 9.1 Meneladani perilaku Khalifah Abu Bakar RA
Indikator : 9.1.1 Meneladani kecintaan Abu Bakar terhadap Rasulullah SAW
9.1.2 Meneladani kedermawananan Abu Bakar RA
9.1.3 Meneladani kesahajaaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
2. Siswa dapat meneladani kedermawanan Abu Bakar RA
3. Siswa dapat meneladani kesahajaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Materi Pembelajaran : Kisah Khalifah Abu bakar RA (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 8 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas kisah keteladanan Khalifah Abu Bakar RA
2. Siswa berlatih menyebutkan kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
3. Siswa berlatih menyebutkan kedermawanan Abu Bakar RA
4. Siswa berlatih menyebutkan kesahajaan Abu Bakar RA sebagai khalifah
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kisah Khalifah Abu Bakar yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Guru membacakan kisah Khalifah Abu Bakar RA
. Siswa memberikan kesimpulan dari kisah Khalifah Abu Bakar RA yang dibacakan
. Siswa menyebutkan kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW
. Siswa menyebutkan kedermawanan Abu Bakar RA
. Siswa menyebutkan kesahajaan Abu Bakar RA
. Siswa mengemukakan pendapat tentang sikap-sikap Khalifah Abu Bakar RA yang patut diteladani
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta menulis contoh-contoh sikap kedermawanan, dan kesehajaan dalam praktik mereka sehari-hari
. Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi yang disampaikan
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
6. Lingkungan sekitar
Penilaian:
1. Jelaskan dengan singkat, bagaimana wujud kecintaan Abu Bakar RA terhadap Rasullah SAW?
2. Sebutkan dua keuntungan orang yang hidup bersahaja!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji
Kompetensi Dasar : 9.2 Meneladani perilaku Khalifah Umar bin Khattab RA
Indikator : 9.2.1 Meneladani keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
9.2.2 Meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat meneladani keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
2. Siswa dapat meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Materi Pembelajaran : Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 9 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Siswa menyebutkan keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
3. Siswa menyebutkan jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kisah Khalifah Umar bin Khattab RA yang telah dipelajari
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui kisah dalam Sepenggal kisah)
2. Kegiatan Inti
. Guru membacakan kisah Khalifah Umar bin Khattab RA, sedangkan siswa mendengarkan dan menyimak dengan baik
. Siswa memberikan kesimpulan dari kisah Khalifah Umar bin Khattab yang dibacakan
. Siswa menyebutkan keberanian Umar bin Khattab RA dalam menegakkan ajaran Islam
. Siswa menyebutkan jiwa kepemimpinan Umar bin Khattab RA
. Siswa mengemukakan pendapat tentang sikap-sikap Khalifah Umar bin Khattab RA yang patut diteladani
3. Kegiatan Penutup
. Siswa melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa menyimpulkan kisah dalam Sepenggal Kisah menggunakan bahasa sendiri
. Siswa membaca dan memahami bacaan intisari yang dibacakan guru
. Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan di halaman dan menuliskannya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Teks kisah Khalifah Umar bin Khattab RA
2. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis
3. Buku-buku kisah Sahabat Nabi
4. Kaset/CD tentang kisah sahabat Nabi
5. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Ceritakan dengan singkat sosok pemberani Khalifah Umar binKhattab RA dalam menegakkan ajaran Islam!
2. Jelakan sifat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib
Kompetensi Dasar : 10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan
Indikator : 10.1.1 Menjelaskan pengertian puasa Ramadan
10.1.2 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian puasa Ramadan
2. Siswa dapat menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Materi Pembelajaran : Puasa Ramadan dan puasa sunah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 10 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas pengertian puasa Ramadan dan ketentuan-ketentuannya
2. Siswa berlatih menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pemahaman mereka tentang puasa
. Memberikan cerita menarik dari bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam dan Sepenggal Kisah)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan menyimak uraian yang dijelaskan guru dari bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapat tentang definisi puasa Ramadan
. Siswa membaca lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur
. Siswa menghafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur
. Siswa diperkenalkan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
. Siswa menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melafalkan kembali doa berbuka puasa dan doa ketika sahur secara bersama-sama
. Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah di karton
2. Teks lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur di karton
3. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
4. Buku-buku lain yang relevan
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Bagaimana lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur?
2. Sebutkan syarat sah puasa!
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
SD : _______________________
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : V / 2
Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib
Kompetensi Dasar : 10.2 Menyebutkan hikmah puasa Ramadan
Indikator : 10.2.1 Mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan hikmah puasa Ramadan
2. Siswa dapat mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Materi Pembelajaran : Puasa Ramadan dan puasa sunah (lihat buku Pendidikan Agama Islam SD jl. 5 NTR-ESIS bab 10 hal)
Metode Pembelajaran : 1. Siswa mengadakan diskusi dengan teman-temannya membahas hikmah puasa Ramadan
2. Siswa berlatih menyebutkan menyebutkan hikmah puasa Ramadan
3. Siswa mempraktikkan puasa sunah Senin dan Kamis
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1. Kegiatan Pendahuluan
. Memberikan pertanyaan kepada siswa seputar pemahaman mereka tentang materi puasa Ramadan
. Mengkorelasikan materi sebelumnya dengan bahan ajar yang akan disampaikan
. Memberikan pengantar tentang bahan ajar yang akan disampaikan (melalui fitur Mutiara Islam)
2. Kegiatan Inti
. Siswa mendengarkan dan menyimak uraian yang dijelaskan guru dari bahan ajar yang disampaikan
. Siswa mengemukakan pendapat tentang pengalaman puasa Ramadan mereka
. Siswa menyebutkan hikmah puasa Ramadan secara klasikal, kelompok dan individu
. Siswa menyebutkan keutamaan dari puasa sunah-puasa sunah yang lain
3. Kegiatan Penutup
. Siswa diminta untuk melakukan aktivitas yang ada di halaman
. Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan intisari yang dibacakan oleh guru
. Siswa mengerjakan latihan yang ada di halaman , dan menulisnya di buku tugas
Alat / Sumber Belajar:
1. Tulisan tentang ketentuan-ketentuan puasa Ramadan dan puasa sunah di karton
2. Teks lafal doa berbuka puasa dan doa ketika sahur di karton
3. Buku Pendidikan Agama Islam Jilid 5 NTR-Esis halaman
4. Buku-buku lain yang relevan
5. Alquran (juz Amma)
6. Pengalaman guru
Penilaian:
1. Coba tuliskan hikmah puasa Ramadan yang kamu dapatkan dari pengalaman puasa Ramadanmu!
2. Puasa mendidik seseorang menjadi disiplin, apa maksudnya?
Mengetahui
Kepala SD ..........................................
(_______________________)
................ , …………………… Guru pendidikan Agama Islam
(_______________________)
29 Jan 2011
kata-kata bijak tentang cinta
Kata Kata Bijak Cinta
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
kata bijak cinta
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
kata kata cinta
Saat kamu benar2 mencintai dan menyanyangi seseorang..
jangan pernah membuat dia menangis, buatlah dia selalu tersenyum..
sebab,, kamu ga akan pernah tau,, seberapa berharganya dia..
sebelum kamu benar2 kehilangan dia..
Kenapa tuk dapat satu kebahagiaan,, harus ada pengorbanan..
kenapa tuk dapat tersenyum,, harus ada airmata..
kenapa tuk dapat bersatu,, harus ada perpisahan..
kenapa tuk menyanyangi,, harus ada kehilangan..
kenapa..??
Cinta itu mengerti,, saat kamu bilang “Aku lupa”
menunggu,, saat kamu bilang “Sebentar yach”
Menguatkan,, saat kamu bilang “Aku ga sanggup lagi”
dan tersenyum,, sebelum kamu bilang “maafin aku yach..”
Bila cinta harus berakhir dengan kepedihan..
jangan pernah menyesal dengan sebuah pertemuan..
karna..
orang yang membuatmu sedih..
adalah orang yang pernah membuatmu bahagia..
Saat cinta mengetuk pintu hati..
tak ada yang dapat dilakukan,, kecuali berbicara dengan hati kecil..
saat cinta datang dan pergi tanpa kata..
tak ada yang dapat terucap,, kecuali tetesan airmata..
Cinta yang tulus adalah..
Cinta yang berani terbang,, meski tau akan terjatuh..
Berani berharap,, meski tau akan kecewa..
Berani mencintai,, meski tau akan terluka..
dan berani berkorban,, meski tau akan sia-sia..
Add new comment
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
kata bijak cinta
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
kata kata cinta
Saat kamu benar2 mencintai dan menyanyangi seseorang..
jangan pernah membuat dia menangis, buatlah dia selalu tersenyum..
sebab,, kamu ga akan pernah tau,, seberapa berharganya dia..
sebelum kamu benar2 kehilangan dia..
Kenapa tuk dapat satu kebahagiaan,, harus ada pengorbanan..
kenapa tuk dapat tersenyum,, harus ada airmata..
kenapa tuk dapat bersatu,, harus ada perpisahan..
kenapa tuk menyanyangi,, harus ada kehilangan..
kenapa..??
Cinta itu mengerti,, saat kamu bilang “Aku lupa”
menunggu,, saat kamu bilang “Sebentar yach”
Menguatkan,, saat kamu bilang “Aku ga sanggup lagi”
dan tersenyum,, sebelum kamu bilang “maafin aku yach..”
Bila cinta harus berakhir dengan kepedihan..
jangan pernah menyesal dengan sebuah pertemuan..
karna..
orang yang membuatmu sedih..
adalah orang yang pernah membuatmu bahagia..
Saat cinta mengetuk pintu hati..
tak ada yang dapat dilakukan,, kecuali berbicara dengan hati kecil..
saat cinta datang dan pergi tanpa kata..
tak ada yang dapat terucap,, kecuali tetesan airmata..
Cinta yang tulus adalah..
Cinta yang berani terbang,, meski tau akan terjatuh..
Berani berharap,, meski tau akan kecewa..
Berani mencintai,, meski tau akan terluka..
dan berani berkorban,, meski tau akan sia-sia..
Add new comment
25 Jan 2011
program terbaru pengisian KRS online UNIMED
Sobat2ku yang kuliah di UNIMED. kita sering kali di sulitkan dengan pengisian KRS online, terkadang error, dan banyak lagi alasan lainnya. dan hal terbaru yang muncul, kita harus mendownload program terlebih dahulu namun untuk pengisian mulai tgl 21 januari hingga selesai harus menggunakan program yang terbaru. sungguh menyulitkan kita smua. tp inilah tuntutan zaman yang serba technologi.
Kini saya mencoba membantu rekan2 sekalian dalam mendowload program tersebut. dan disarankan isilah KRS anda dimalam hari untuk memudahkan anda dari kepadatan pengunjung website unimed.
berikut alamat untuk mendownload program terbaru dalam pengisian KRS.
https://docs.google.com/leaf?id=0B0mUSYEhYsiEMWViOTg2ZTktZDY5Mi00NjlkLWEwODAtOGE4ZGE4YjVkMjAw&hl=en&pli=1
Kini saya mencoba membantu rekan2 sekalian dalam mendowload program tersebut. dan disarankan isilah KRS anda dimalam hari untuk memudahkan anda dari kepadatan pengunjung website unimed.
berikut alamat untuk mendownload program terbaru dalam pengisian KRS.
https://docs.google.com/leaf?id=0B0mUSYEhYsiEMWViOTg2ZTktZDY5Mi00NjlkLWEwODAtOGE4ZGE4YjVkMjAw&hl=en&pli=1
4 Agu 2010
cara mudah buat email versi awal
Cara Gampang Buat Email Yahoo dan GmailMarch 26, 2008 · Filed under Email
Cara Gampang Buat Email Yahoo dan Gmail
Saat libur panjang bulan 20-23 Maret lalu, saya ketemu kawan lama di Pacuan Kuda Bupati Cup 2008 di Temanggung , Kebetulan kawan saya ini aktif di ORARI dan ngurusi perpanjangan IAR (Ijin Amatir Radio) Secara kebetulan IAR saya habis masa berlakunya sejak tahun 2000. Saya diminta untuk menyediakan dokumen2 syarat perpanjangan IAR. Karena rumahnya agak jauh (Parakan), saya diminta menitipkan dokumen ke kawan saya yg lain (YD2CJT) di Temanggung biar diambil oleh kawan saya tadi, Ribet ya… Andaikan kawan saya ini punya email dan bisa sedikit main Internet, saya nggak perlu repot2 balik lagi ke Temanggung, cukup Dokumen Scan saya kirim lewat email dan Biaya2 saya transfer ke Rekening kawan Beres.
Sebenarnya gampang sekali buat email:
Untuk email Yahoo caranya:
1.Saat Komputer sudah terhubung ke Internet , Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
2.Di kolom addres ketikkan : http://www.yahoo.com . (klik aja)
3.Klik Sign Up di pojok kanan atas kolom.
4.Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.com pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo!U.S in English)
5.Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.co.id pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo! Indonesia)
6.Isi data sesuai nama kamu untuk email resmi atau data ngawur buat chatting di Yahoo messenger
7.Setelah semua diisi, Jangan lupa tandai kolom kecil di Do you agree dan klik create My Account atau Anda Setuju dan klik Buat Akun saya
1.Klik perintah selanjutnya dan Tunggu sampai muncul halaman Email yg sudah Dibuat. Selesai
Untuk email Gmail caranya:
1.Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
2.Di kolom addres ketikkan : http://www.google.com . (klik aja)
3.Klik Gmail di urutan 6 pojok kiri atas halaman web.
4.Akan muncul halaman ” Wellcometo Gmail ” Klik Sign up for Gmail
5.Muncul halaman ” Create aGoogle a Account-Gmail“
6.Isikan data di kolom Get starter with Gmail. Isi nama depan dan belakang kamu
7.Untuk membuat alamat email : namakamu@gmail.com pada kolom : I Desired Login name: isikan namakamu minimal 6 karakter. Misal : safira, Akan menjadi email : safira@gmail.com.
8.Cek apakah nama kamu sudah dipakai dengan klik Check Availability
9.Setelah semua diisi, klik I accept. Create My Account
10.Halaman Congratulation akan muncul yang berarti anda Sukes buat Email Gmail .
11.Klik I’m ready – show me my account. Akan muncul halaman email yg telah selesai anda buat.
Untuk Buka Email :
1. Email Yahoo : Sama dengan no 1-2 diatas , Kemudian Klik Sign-in
2. Email Google : Sama dengan no 1-3 diatas , Kemudian Masukkan Nama Pengguna dan Kata Sandi atau Klik disini
Selesai.
NB :Jangan lupa selalu SIGN OUT setiap keluar dari halaman email.
Cara Gampang Buat Email Yahoo dan Gmail
Saat libur panjang bulan 20-23 Maret lalu, saya ketemu kawan lama di Pacuan Kuda Bupati Cup 2008 di Temanggung , Kebetulan kawan saya ini aktif di ORARI dan ngurusi perpanjangan IAR (Ijin Amatir Radio) Secara kebetulan IAR saya habis masa berlakunya sejak tahun 2000. Saya diminta untuk menyediakan dokumen2 syarat perpanjangan IAR. Karena rumahnya agak jauh (Parakan), saya diminta menitipkan dokumen ke kawan saya yg lain (YD2CJT) di Temanggung biar diambil oleh kawan saya tadi, Ribet ya… Andaikan kawan saya ini punya email dan bisa sedikit main Internet, saya nggak perlu repot2 balik lagi ke Temanggung, cukup Dokumen Scan saya kirim lewat email dan Biaya2 saya transfer ke Rekening kawan Beres.
Sebenarnya gampang sekali buat email:
Untuk email Yahoo caranya:
1.Saat Komputer sudah terhubung ke Internet , Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
2.Di kolom addres ketikkan : http://www.yahoo.com . (klik aja)
3.Klik Sign Up di pojok kanan atas kolom.
4.Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.com pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo!U.S in English)
5.Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.co.id pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo! Indonesia)
6.Isi data sesuai nama kamu untuk email resmi atau data ngawur buat chatting di Yahoo messenger
7.Setelah semua diisi, Jangan lupa tandai kolom kecil di Do you agree dan klik create My Account atau Anda Setuju dan klik Buat Akun saya
1.Klik perintah selanjutnya dan Tunggu sampai muncul halaman Email yg sudah Dibuat. Selesai
Untuk email Gmail caranya:
1.Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
2.Di kolom addres ketikkan : http://www.google.com . (klik aja)
3.Klik Gmail di urutan 6 pojok kiri atas halaman web.
4.Akan muncul halaman ” Wellcometo Gmail ” Klik Sign up for Gmail
5.Muncul halaman ” Create aGoogle a Account-Gmail“
6.Isikan data di kolom Get starter with Gmail. Isi nama depan dan belakang kamu
7.Untuk membuat alamat email : namakamu@gmail.com pada kolom : I Desired Login name: isikan namakamu minimal 6 karakter. Misal : safira, Akan menjadi email : safira@gmail.com.
8.Cek apakah nama kamu sudah dipakai dengan klik Check Availability
9.Setelah semua diisi, klik I accept. Create My Account
10.Halaman Congratulation akan muncul yang berarti anda Sukes buat Email Gmail .
11.Klik I’m ready – show me my account. Akan muncul halaman email yg telah selesai anda buat.
Untuk Buka Email :
1. Email Yahoo : Sama dengan no 1-2 diatas , Kemudian Klik Sign-in
2. Email Google : Sama dengan no 1-3 diatas , Kemudian Masukkan Nama Pengguna dan Kata Sandi atau Klik disini
Selesai.
NB :Jangan lupa selalu SIGN OUT setiap keluar dari halaman email.
1 Agu 2010
cinta sejati
Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman
Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja
Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih
Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku
jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiran selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati
jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati
Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang
Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria
(Dari terjemahan Kitab Kasyful Ghita’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghina’
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman
Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja
Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih
Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku
jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiran selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati
jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati
Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang
Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria
(Dari terjemahan Kitab Kasyful Ghita’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghina’
8 Jun 2010
PENGUMUMAN UMB 2010
Pengumuman UMB 2010 - Pengumuman UMB 2010 secara serentak akan diumumkan sore ini, tepat pada pukul 18.00. Adapun media yang bisa digunakan untuk melihat hasil kelulusan pada pengumuman UMB 2010 tersebut adalah melalui media situs/website, yaitu www.penerimaan.spmb.or.id
Selain melalui situs tersebut lamaan situs kampus seperti Universitas Sumatera Utara (USU) yang beralamat di www.usu.ac.id anda juga bisa melihat atau mengakses hasil kelulusan Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010.
Hasil UMB USU 2010 yang dapat diakses melalui lamaan atau situs www.usu.ac.id tersebut diungkapkan oleh Panitia Lokal UMB USU, Prof. Sumono, yang didampingi oleh Sekertaris, drg. Saidin Hamzah Dalimunthe SpPerio(K) kepada Analisadaily.com, dan dikutip oleh blog Karo Cyber, Selasa (7/6/2010),
Jumlah mahasiswa yang akan diterima melalu jalur Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010 sejauh ini memang belum bisa dipastkan, Ungkap Hafi. Namun Hafi menambahkan, merujuk alokasi yang sudah ditetapkan, diperkirakan bahwa jumlahnya bisa mencapai 2.347 orang.
Bagi Peserta yang Lulus
Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para peserta yang telah lulus seleksi UMB 2010. Diwajibkan mengikuti tahapan pelaporan dan pendaftaran mahasiswa baru USU pada 16-17 Juni 2010. Untuk non eksakta, jadwal pelaporan pada 16 Juni. Sementara bidang eksakta pada 17 Juni. Tahapan pelaporan itu sendiri dilaksankan di Gelanggang Mahasiswa Kampus Padang Bulan Medan.
Mengenai ketentuan pelaporan, dijelaskan, harus datang sendiri atau tidak boleh diwakilkan, berpakaian rapi (tidak dibenarkan memakai kaos oblong, sandal dan topi maupun cadar). Sedangkan kelengkapan yang harus dibawa ialah Kartu Tanda Peserta Ujian UMB-SPMB asli, Ijazah/SKHUN asli dilengkapi pasfoto, dan surat ganti nama bagi yang pernah ganti nama.
Sebelum mendaftar pada 22-23 Juni, ada dua tahapan harus diikuti peserta yang lulus, yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan di Poliklinik USU dan pembayaran sumbangan pokok pendidikan (SPP) serta Dana Kelengkapan Akademik (DKA) di seluruh cabang Bank BNI pada 17-21 Juni 2010.
Setelah itu, pada saat pendaftaran, calon mahasiwa harus telah mengisi dan melengkapi formulir isian berkas paket pendaftaran yang telah diterima saat pelaporan. Pelaksanaan UMB-PTN 2010 berlangsung serentak dan dilaksanakan 12 PTN di Indonesia. PTN itu ialah Unsyiah Banda Aceh, Unimal Lhokseumawe, USU, Unand Padang, UNP Padang, Unja Jambi, UI Jakarta, UNJ Jakarta, UIN Jakarta, UIN Makasar, Unpal Palangkaraya, dan UNS Semarang
Selain melalui situs tersebut lamaan situs kampus seperti Universitas Sumatera Utara (USU) yang beralamat di www.usu.ac.id anda juga bisa melihat atau mengakses hasil kelulusan Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010.
Hasil UMB USU 2010 yang dapat diakses melalui lamaan atau situs www.usu.ac.id tersebut diungkapkan oleh Panitia Lokal UMB USU, Prof. Sumono, yang didampingi oleh Sekertaris, drg. Saidin Hamzah Dalimunthe SpPerio(K) kepada Analisadaily.com, dan dikutip oleh blog Karo Cyber, Selasa (7/6/2010),
Jumlah mahasiswa yang akan diterima melalu jalur Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010 sejauh ini memang belum bisa dipastkan, Ungkap Hafi. Namun Hafi menambahkan, merujuk alokasi yang sudah ditetapkan, diperkirakan bahwa jumlahnya bisa mencapai 2.347 orang.
Bagi Peserta yang Lulus
Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para peserta yang telah lulus seleksi UMB 2010. Diwajibkan mengikuti tahapan pelaporan dan pendaftaran mahasiswa baru USU pada 16-17 Juni 2010. Untuk non eksakta, jadwal pelaporan pada 16 Juni. Sementara bidang eksakta pada 17 Juni. Tahapan pelaporan itu sendiri dilaksankan di Gelanggang Mahasiswa Kampus Padang Bulan Medan.
Mengenai ketentuan pelaporan, dijelaskan, harus datang sendiri atau tidak boleh diwakilkan, berpakaian rapi (tidak dibenarkan memakai kaos oblong, sandal dan topi maupun cadar). Sedangkan kelengkapan yang harus dibawa ialah Kartu Tanda Peserta Ujian UMB-SPMB asli, Ijazah/SKHUN asli dilengkapi pasfoto, dan surat ganti nama bagi yang pernah ganti nama.
Sebelum mendaftar pada 22-23 Juni, ada dua tahapan harus diikuti peserta yang lulus, yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan di Poliklinik USU dan pembayaran sumbangan pokok pendidikan (SPP) serta Dana Kelengkapan Akademik (DKA) di seluruh cabang Bank BNI pada 17-21 Juni 2010.
Setelah itu, pada saat pendaftaran, calon mahasiwa harus telah mengisi dan melengkapi formulir isian berkas paket pendaftaran yang telah diterima saat pelaporan. Pelaksanaan UMB-PTN 2010 berlangsung serentak dan dilaksanakan 12 PTN di Indonesia. PTN itu ialah Unsyiah Banda Aceh, Unimal Lhokseumawe, USU, Unand Padang, UNP Padang, Unja Jambi, UI Jakarta, UNJ Jakarta, UIN Jakarta, UIN Makasar, Unpal Palangkaraya, dan UNS Semarang
16 Apr 2010
Hukum Ketenagakerjaan dan Perlindungan Konsumen
Hukum Bisnis
HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Kelompok 6
Awaluddin 071277110050
Lailani Arham 071277110042
Rani Manjasari 071277110046
Taufik Hariko 071277110061
Yulia Hafni 071277110134
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009
Kata Pengantar
.
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Saya juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat mengumpulkan bahan – bahan materi makalah ini dari beberapa sumber. Kami telah berusaha semampu kami untuk mengumpulkan berbagai macam bahan tentang Hukum Ketenagakerjaan dan Perlindungan Konsumen.
Kami sadar bahwa makalah yang saya buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca,
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. Maksud dan Tujuan
Dalam perekonomian pasar yang menjalankan industrilasisasi dan dalam negara-negara berkembang, ada perbedaan politik yang tejadi tentang ekonomi makro dan kebijaksanaan sosial guna menjamin tenaga kerja untuk dikerjakan secara penuh. Ini biasanya untuk menyatakan hak abstrak yang melatarbelakangi orang perorangan yang membutuhkan Negara untuk memelihara kebijaksanaan penuh pada tenaga kerja guna melindungi setiap tenaga kerja dalam mencari nafkah pada suatu jabatan yang diduduki secara bebas. Karena tenaga kerja merupakan modal utama dalam pelaksanaan,maka dibuatlah hukum yang membahas tentang ketenagakerjaan.
2. Ruang lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam makalah ini ialah:
a. Pengertian dan fungsi hukum ketenagakerjaan
b. Aspek – aspek hukum ketenagakerjan
c. Dasar hukum serta tujuan dan azas perlindungan konsumen
d. Hak – hak dan kewajiban konsumen
3. Permasalahan
Adapun yang menjadi masalah dalam makalah ini ialah:
a. Apa saja aturan yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja?
b. Bagaimana balancing hak dan kewajiban tenaga kerja dalam regulasi yang ada.
c. Bentuk regulasi apa sajakah yang dapat memberikan perlindungan bagi konsumen?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan fungsi hukum ketenagakerjaan
1. Pengertian hukum ketenagakerjaan
Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1997 tentang ketenagakerjaan,yang dimaksud dengan ketenagakerjaan itu sendiri adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Jadi hukum ketenagakerjaan dapat diartikan sebagai peraturan - peraturan yang mengatur tenaga kerja pada waktu sebelum selama dan sesudah masa kerja.
2. Fungsi Hukum Ketenagakerjaan
Menurut Profesor Mochtar kusumaatmadja, fungsi hukum itu adalah sebagai sarana pembaharuan masyarakat. Dalam rangka pembangunan, yang dimaksud dengan sarana pembaharuan itu adalah sebagai penyalur arah kegiatan manusia kearah yang diharapkan oleh pembangunan.Sebagaimana halnya dengan hukum yang lain, hukum kertrnagakerjaan mempunyai fungsi sebagai sarana pembaharuan masyarakat yang menyalurkan arah kegiatan manusia kearah yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pembangunan ketenagakerjaan. Pembangunan ketenagakerjaan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pembangunan nasional diarahkan untuk mengatur, membina dan mengawasi segala kegiatan yang berhubungan dengan tenaga kerja sehingga dapat terpelihara adanya ketertiban untuk mencapai keadilan. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan yang dilakukan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan itu harus memadai dan sesuai dengan laju perkembangan pembangunan yang semakin pesat sehingga dapat mengantisipasi tuntutan perencanaan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial dan peningkatan perlindungan tenaga kerja.Sebagaimana menurut fungsinya sebagai sarana pembaharuan, hukum ketenagakerjaan merubah pula cara berfikir masyarakat yang kuno kearah cara berfikir yang modern yang sesuai dengan yang dikehendaki oleh pembangunan sehingga hukum ketenagakerjaan dapat berfungsi sebagai sarana yang dapat membebaskan tenaga kerja dari perbudakan, peruluran, perhambaan, kerja paksa dan punale sanksi, membebaskan tenaga kerja dari kehilangan pekerjaan, memberikan kedudukan hukum yang seimbang dan kedudukan ekonomis yang layak kepada tenaga kerja.
B. Aspek – aspek Hukum Ketenagakerjaan
1. Aspek hukum ketenagakerjaaan sebelum hubungan kerja
• Antara kerja Antar Daerah / penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri
• Antara kerja Antar Negara / penempatan tenaga kerja di luar negeri
2. Aspek hukum ketenagakerjaan dalam hubungan kerja
• Pengawasan perburuhan
• Perselisihan perburuhan
• Keselamatan dan kesehatan kerja
• Perlindungan upah
• Jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek)
• Mogok kerja
3. Aspek hukum ketenagakerjaan setelah perjanjian kerja
a. Pemutusan hubungan kerja / PHK
Jenis – jenis PHK
• Pemutusan hubungan kerja oleh majikan / pengusaha
• Pemutusan hubungan kerja oleh buruh / pekerja
• Hubungan kerja putus demi hukum
• Pemutusan hubungan kerja oleh pengadilan
b. Hak – hak Tenaga kerja yang di PHK
• Uang pesangon
• Uang penghargaan masa kerja
• Uang penggantian hak
C. Dasar hukum serta tujuan dan azas perlindungan konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen
Dasar hukum perlndungan konsumen
Pada hakekatnya, terdapat dua instrumen hukum penting yang menjadi landasan kebijakan perlindungan konsumen di Indonesia, yakni:
Pertama, Undang-Undang Dasar 1945, sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, mengamanatkan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tujuan pembangunan nasional diwujudkan melalui sistem pembangunan ekonomi yang demokratis sehingga mampu menumbuhkan dan mengembangkan dunia yang memproduksi barang dan jasa yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Kedua, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Lahirnya Undang-undang ini memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia, untuk memperoleh perlindungan atas kerugian yang diderita atas transaksi suatu barang dan jasa. UUPK menjamin adanya kepastian hukum bagi konsumen.
Tujuan perlindungan konsumen
Sesuai dengan pasal 3 Undang-undang Perlindungan Konsumen, tujuan dari Perlindungan Konsumen adalah
1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri,
2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa,
3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen,
4. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi,
5. Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab dalam berusaha,
Meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen.
Azas perlindungan konsumen
1. Asas Manfaat; mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan,
2. Asas Keadilan; partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil,
3. Asas Keseimbangan; memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil ataupun spiritual,
4. Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen; memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalarn penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan;
5. Asas Kepastian Hukum; baik pelaku usaha maupun konsumen mentaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.
D. Hak – hak dan kewajiban konsumen
Hak – hak konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Hak-hak Konsumen adalah :
1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Kewajiban konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Kewajiban Konsumen adalah :
1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan
2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan terhadap hokum ketenagakerjaan
Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang dimaksud dengan ketenagakerjaan itu sendiri adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Jadi hukum ketenagakerjaan dapat diartikan sebagai peraturan-peraturan yang mengatur tenaga kerja pada waktu sebelum selama dan sesudah masa kerja. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri.
Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis saya berangkat dari 4 (empat) soal besar, yaitu;
1. Tingginya jumlah penggangguran massal;
2. Rendahnya tingkat pendidikan buruh;
3. Minimnya perlindungan hukum
4. Upah kurang layak
Saran
1. Untuk peningkatan relevansi, kualitas, dan efisiensi penyelenggaraan kerja maka pemerintah dapat melakukan pembinaan dan pelatihan kerja
2. Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi.
3. Pemerintah bertanggung jawab mengupayakan perluasan kesempatan kerja baik di dalam maupun di luar hubungan kerja.
4. Setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.
5. Dalam melaksanakan hubungan industrial, pemerintah mempunyai fungsi menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan, dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
Kesimpulan terhadap Perlindungan Konsumen
Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen ini sudah cukup representatif apabila telah dipahami oleh semua pihak, karena di dalamnya juga memuat jaminan adanya kepastian hukum bagi konsumen, meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen, meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri, mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa, meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen. Factor utama yang menjadi kelemahan konsumen adalah tingkat kesadaran konsumen akan haknya masih rendah. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya pendidikan konsumen.
Saran
1. Pemenuhan hak-hak konsumen sebagai salah satu pelaku usaha sehingga tercipta kenyamanan dalam transaksi perdagangan
2. Mempertegas tanggungjawab pelaku usaha sebagaimana diatur dalam undang-undang sehingga tidak merugikan konsumen
3. Pemerintah bertanggungjawab atas pembinaan penyelenggaraan perlindungan konsumen yang menjamin diperolehnya hak konsumen dan pelaku usaha serta dilaksanakannya kewajiban konsumen dan pelaku usaha.
4. Pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan konsumen serta penerapan ketentuan peraturan perundangundangannya diselenggarakan oleh pemerintah, masyarakat,dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.
DAFTAR PUSTA
1. www.studyhukum.wordpress.com
2. www.jurnalhukum.com
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Perlindungan_konsumen
4. http://www.scribd.com/doc/18545014/makalah-perlindungan-konsumen
5. http://www.pemantauperadilan.com/delik/16- PERLINDUNGAN%20KONSUMEN.pdf
6. http://frenki-juntax.blogspot.com/2010/04/ketenagakerjaan-dan- perlindungan.html
Undang-Undang
1. UUD 1945
2. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
.
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Saya juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat mengumpulkan bahan – bahan materi makalah ini dari beberapa sumber. Kami telah berusaha semampu kami untuk mengumpulkan berbagai macam bahan tentang Hukum Ketenagakerjaan dan Perlindungan Konsumen.
Kami sadar bahwa makalah yang saya buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca,
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. Maksud dan Tujuan
Dalam perekonomian pasar yang menjalankan industrilasisasi dan dalam negara-negara berkembang, ada perbedaan politik yang tejadi tentang ekonomi makro dan kebijaksanaan sosial guna menjamin tenaga kerja untuk dikerjakan secara penuh. Ini biasanya untuk menyatakan hak abstrak yang melatarbelakangi orang perorangan yang membutuhkan Negara untuk memelihara kebijaksanaan penuh pada tenaga kerja guna melindungi setiap tenaga kerja dalam mencari nafkah pada suatu jabatan yang diduduki secara bebas. Karena tenaga kerja merupakan modal utama dalam pelaksanaan,maka dibuatlah hukum yang membahas tentang ketenagakerjaan.
2. Ruang lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam makalah ini ialah:
a. Pengertian dan fungsi hukum ketenagakerjaan
b. Aspek – aspek hukum ketenagakerjan
c. Dasar hukum serta tujuan dan azas perlindungan konsumen
d. Hak – hak dan kewajiban konsumen
3. Permasalahan
Adapun yang menjadi masalah dalam makalah ini ialah:
a. Apa saja aturan yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja?
b. Bagaimana balancing hak dan kewajiban tenaga kerja dalam regulasi yang ada.
c. Bentuk regulasi apa sajakah yang dapat memberikan perlindungan bagi konsumen?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan fungsi hukum ketenagakerjaan
1. Pengertian hukum ketenagakerjaan
Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1997 tentang ketenagakerjaan,yang dimaksud dengan ketenagakerjaan itu sendiri adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Jadi hukum ketenagakerjaan dapat diartikan sebagai peraturan - peraturan yang mengatur tenaga kerja pada waktu sebelum selama dan sesudah masa kerja.
2. Fungsi Hukum Ketenagakerjaan
Menurut Profesor Mochtar kusumaatmadja, fungsi hukum itu adalah sebagai sarana pembaharuan masyarakat. Dalam rangka pembangunan, yang dimaksud dengan sarana pembaharuan itu adalah sebagai penyalur arah kegiatan manusia kearah yang diharapkan oleh pembangunan.Sebagaimana halnya dengan hukum yang lain, hukum kertrnagakerjaan mempunyai fungsi sebagai sarana pembaharuan masyarakat yang menyalurkan arah kegiatan manusia kearah yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pembangunan ketenagakerjaan. Pembangunan ketenagakerjaan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pembangunan nasional diarahkan untuk mengatur, membina dan mengawasi segala kegiatan yang berhubungan dengan tenaga kerja sehingga dapat terpelihara adanya ketertiban untuk mencapai keadilan. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan yang dilakukan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan itu harus memadai dan sesuai dengan laju perkembangan pembangunan yang semakin pesat sehingga dapat mengantisipasi tuntutan perencanaan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial dan peningkatan perlindungan tenaga kerja.Sebagaimana menurut fungsinya sebagai sarana pembaharuan, hukum ketenagakerjaan merubah pula cara berfikir masyarakat yang kuno kearah cara berfikir yang modern yang sesuai dengan yang dikehendaki oleh pembangunan sehingga hukum ketenagakerjaan dapat berfungsi sebagai sarana yang dapat membebaskan tenaga kerja dari perbudakan, peruluran, perhambaan, kerja paksa dan punale sanksi, membebaskan tenaga kerja dari kehilangan pekerjaan, memberikan kedudukan hukum yang seimbang dan kedudukan ekonomis yang layak kepada tenaga kerja.
B. Aspek – aspek Hukum Ketenagakerjaan
1. Aspek hukum ketenagakerjaaan sebelum hubungan kerja
• Antara kerja Antar Daerah / penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri
• Antara kerja Antar Negara / penempatan tenaga kerja di luar negeri
2. Aspek hukum ketenagakerjaan dalam hubungan kerja
• Pengawasan perburuhan
• Perselisihan perburuhan
• Keselamatan dan kesehatan kerja
• Perlindungan upah
• Jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek)
• Mogok kerja
3. Aspek hukum ketenagakerjaan setelah perjanjian kerja
a. Pemutusan hubungan kerja / PHK
Jenis – jenis PHK
• Pemutusan hubungan kerja oleh majikan / pengusaha
• Pemutusan hubungan kerja oleh buruh / pekerja
• Hubungan kerja putus demi hukum
• Pemutusan hubungan kerja oleh pengadilan
b. Hak – hak Tenaga kerja yang di PHK
• Uang pesangon
• Uang penghargaan masa kerja
• Uang penggantian hak
C. Dasar hukum serta tujuan dan azas perlindungan konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen
Dasar hukum perlndungan konsumen
Pada hakekatnya, terdapat dua instrumen hukum penting yang menjadi landasan kebijakan perlindungan konsumen di Indonesia, yakni:
Pertama, Undang-Undang Dasar 1945, sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, mengamanatkan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tujuan pembangunan nasional diwujudkan melalui sistem pembangunan ekonomi yang demokratis sehingga mampu menumbuhkan dan mengembangkan dunia yang memproduksi barang dan jasa yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Kedua, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Lahirnya Undang-undang ini memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia, untuk memperoleh perlindungan atas kerugian yang diderita atas transaksi suatu barang dan jasa. UUPK menjamin adanya kepastian hukum bagi konsumen.
Tujuan perlindungan konsumen
Sesuai dengan pasal 3 Undang-undang Perlindungan Konsumen, tujuan dari Perlindungan Konsumen adalah
1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri,
2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa,
3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen,
4. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi,
5. Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab dalam berusaha,
Meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen.
Azas perlindungan konsumen
1. Asas Manfaat; mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan,
2. Asas Keadilan; partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil,
3. Asas Keseimbangan; memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil ataupun spiritual,
4. Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen; memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalarn penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan;
5. Asas Kepastian Hukum; baik pelaku usaha maupun konsumen mentaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.
D. Hak – hak dan kewajiban konsumen
Hak – hak konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Hak-hak Konsumen adalah :
1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Kewajiban konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Kewajiban Konsumen adalah :
1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan
2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan terhadap hokum ketenagakerjaan
Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang dimaksud dengan ketenagakerjaan itu sendiri adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Jadi hukum ketenagakerjaan dapat diartikan sebagai peraturan-peraturan yang mengatur tenaga kerja pada waktu sebelum selama dan sesudah masa kerja. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri.
Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis saya berangkat dari 4 (empat) soal besar, yaitu;
1. Tingginya jumlah penggangguran massal;
2. Rendahnya tingkat pendidikan buruh;
3. Minimnya perlindungan hukum
4. Upah kurang layak
Saran
1. Untuk peningkatan relevansi, kualitas, dan efisiensi penyelenggaraan kerja maka pemerintah dapat melakukan pembinaan dan pelatihan kerja
2. Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi.
3. Pemerintah bertanggung jawab mengupayakan perluasan kesempatan kerja baik di dalam maupun di luar hubungan kerja.
4. Setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.
5. Dalam melaksanakan hubungan industrial, pemerintah mempunyai fungsi menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan, dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
Kesimpulan terhadap Perlindungan Konsumen
Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen ini sudah cukup representatif apabila telah dipahami oleh semua pihak, karena di dalamnya juga memuat jaminan adanya kepastian hukum bagi konsumen, meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen, meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri, mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa, meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen. Factor utama yang menjadi kelemahan konsumen adalah tingkat kesadaran konsumen akan haknya masih rendah. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya pendidikan konsumen.
Saran
1. Pemenuhan hak-hak konsumen sebagai salah satu pelaku usaha sehingga tercipta kenyamanan dalam transaksi perdagangan
2. Mempertegas tanggungjawab pelaku usaha sebagaimana diatur dalam undang-undang sehingga tidak merugikan konsumen
3. Pemerintah bertanggungjawab atas pembinaan penyelenggaraan perlindungan konsumen yang menjamin diperolehnya hak konsumen dan pelaku usaha serta dilaksanakannya kewajiban konsumen dan pelaku usaha.
4. Pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan konsumen serta penerapan ketentuan peraturan perundangundangannya diselenggarakan oleh pemerintah, masyarakat,dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.
DAFTAR PUSTA
1. www.studyhukum.wordpress.com
2. www.jurnalhukum.com
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Perlindungan_konsumen
4. http://www.scribd.com/doc/18545014/makalah-perlindungan-konsumen
5. http://www.pemantauperadilan.com/delik/16- PERLINDUNGAN%20KONSUMEN.pdf
6. http://frenki-juntax.blogspot.com/2010/04/ketenagakerjaan-dan- perlindungan.html
Undang-Undang
1. UUD 1945
2. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
3. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
Langganan:
Postingan (Atom)